Sabtu, Penyuluh Agama Islam Aceh Besar gelar Maulid Dan Lepas Sambut Para Kepala KUA

REUHATTUHA.DESA.ID– Forum Penyuluh Agama Islam Honorer dan Fungsional Kabupaten Aceh Besar direncanakan akan mengadakan Maulid pada hari Sabtu ( 1/12/2018 ) di Mesjid Besar Alfaidzin Lampeneureut Aceh Besar.

Acara yang dikemas dengan lepas sambut para KUA lama dan KUA baru se Aceh Besar  yang baru saja dilantik ini juga akan langsung di Peusijuek oleh Imam Mesjid Besar Al Faidzin Lampeuneureut.

Direncanakan Ketua DPRK Aceh Besar Sulaiman,SE dan Pelaksana Tugas Ketua DPRA, Sulaiman Abda, M.Si  akan menghadiri acara tersebut. Acara yang diprakarsai oleh Forum Penyuluh Agama Islam Aceh Besar ini nantinya akan menghadirkan penceramah Kondang Ustad Umar Ismail,S.Ag dalam rangka memberikan tausiyah agama serta motivasi kepada para penyuluh agama.

Insya Allah acara Maulid ini kita barengi dengan lepas sambut Para KUA lama dan KUA baru. Untuk Kepala KUA yang baru dilantik akan dipeusijuek dan para KUA lama akan diberikan cindera mata ucapan terimakasih ungkap Tgk Cut Azwar selaku Ketua Panitia.

Baihaqi sebagai sekretaris panitia mengatakan bahwa Insya Allah acara akan dihadiri oleh Kakankemenag Aceh Besar, para tokoh, unsur DPRK,DPRA, serta seluruh penyuluh Agama Islam yang berasal dari 23 Kecamatan.

Seperti yang kita ketahui bahwa Penyuluh Agama Islam mempunyai peran penting dalam pemberdayaan keagamaan masyarakat . Dengan kata lain, keberhasilan dalam bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat menunjukkan keberhasilan dalam manajemen penyuluh itu sendiri. Penyuluh Agama Islam sebagai leading sektor  bimbingan masyarakat Islam, memiliki tugas/kewajiban yang cukup berat, luas dan permasalahan yang dihadapi semakin kompleks. Penyuluh Agama Islam tidak mungkin sendiri dalam melaksanakan amanah yang cukup berat ini, ia harus mampu bertindak selaku motivator, fasilitator, dan sekaligus katalisator dakwah Islam. Manajemen dakwah harus dapat dikembangkan dan diaktualisasikan sesuai dengan perkembangan masyarakat yang sedang mengalami perubahan sebagai dampak dari globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, yang mengakibatkan pergeseran atau krisis multidimensi. Disinilah peranan Penyuluh Agama Islam dalam menjalankan kiprahnya di bidang  bimbingan masyarakat Islam harus memiliki tujuan  agar suasana keberagamaan, dapat merefleksikan dan mengaktualisasikan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.(BQ)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan