Pemilihan Gampong Bersyariat, Baet Mesjid Masuk Nominasi

REUHATTUHA.DESA.ID  Dalam sepekan terakhir, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Syariat Islam melakukan penilaian terhadap gampong (desa) percontohan bersyariat Islam dalam Kabupaten Aceh Besar tahun 2018.

Dari 23 gampong (desa) yang mendaftar, sebanyak 10 gampong dinilai memenuhi syarat dan masuk nomonasi untuk mendapatkan penghargaan “Gampong Bersyariat” di Aceh Besar.

Ke-10 gampong tersebut adalah, Gla Meunasah Baro (Krueng Barona Jaya), Meunasah Krueng (Ingin Jaya), Lambaro Samahani (Kuta Malaka), Baet Masjid (Suka Makmur), Lamtadok (Darul Kamal), Mireuk Lamreudeup (Baitussalam), Tanjong Selamat (Darussalam), Bueng Bak Jok (Kuta Baro), Kuta Karang (Darul Imarah) dan Dayah Mamplam (Leupung).

Tim Penilaian Gampong Bersyariat Islam Kabupaten Aceh Besar, sejak 3 Desember lalu sudah berkunjung ke 10 gampong itu untuk melakukan penilaian.

“Ini program bupati Mawardi Ali yang masuk dalam visi misinya,” kata Wakil Koordinator pelaksana M Ali kepada wartawan, Minggu (9/12/2018).

Dia mengatakan, untuk menjadi gampong percontohan syariat Islam itu, harus mempunyai kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi, yaitu harus sesuai dengan qanun (Perda) syariat Islam.

Kegiatan penilaian terhadap gampong percontohan Bersyariat Islam ini akan dilakukan setiap tahun, agar terwujudnya Aceh Besar yang Maju, Sejahtera, dan Bermartabat dalam Syariat Islam.

“Tentu yang paling inti adalah ibadah shalat lima waktu berjamaah, pengajian anak-anak remaja, dewasa dan orang tua dan juga kegiatan kegiatan keagaman hari-hari besar, pengajian ibu-ibu semua yang berkaitan dengan syariat islam.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, Carbaini SAg menyebutkan, dari 23 gampong yang diminta untuk mengirimkan satu gampong untuk diseleksi gampong bersyariah Islam, hanya 10 gampong di antaranya yang akan diverifikasi.

Setelah dilakukan penilaian, pihaknya akan memilih tiga gampong yang akan menjadi juara dan akan diberikan dana pembinaannya.

Untuk juara I sebesar Rp 50 juta, juara II Rp 37 Juta, dan juara III Rp 22 Juta. Kemudian di tahun 2019 nanti, katanya, untuk gampong yang menjadi juara satu percontohan akan dibina lebih lanjut.

Dengan adanya penilaian ini, katanya, diharapkan muncul kembali gairah masyarakat Aceh Besar untuk betul-betul melaksanakan syariat Islam secara kaffah.

“Jadi tidak hanya pada acara seremonial saja, tapi kita berharap di Aceh Besar dapat menerapkan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Sumber : Serambinews.com

 

 

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan